Selalu saja papa ngelarang aku jadi penulis, emang kenapa sama penulis,,?? Kenapa,,?? Mama??!! Mama nggak pernah mau menghargai apa yang aku buat.. Padahal aku cuman pengen buat mereka berdua bangga… Mereka berdua nggak pernah ada buat aku mereka selalu memikirkan pekerjaannya masing-masing, sedangkan aku,,?? Aku seperti anak pembantu dirumah, yang selalu diasuh dan dimanjai olehnya dari kecil sampai aku berumur 14 tahun, sedangkan mereka berdua,,?? Apa iya mereka menyayangiku,,?? Apa iya mereka mengurusku,,?? Nggak,, mereka nggak pernah ada buat aku.. Aku mau mereka berdua, aku pengen bahagia dengan kedua orangtuaku.. kalian kemana,,?? Kemana,,?? Aku butuh kasih sayang dari kalian..
Satu dari sekian banyak isi hati yang ingin aku lontarkan dari dulu tentang mama dan papa yang selalu sibuk dengan urusannya masing-masing, aku selalu ditelantarkan dan diabaikan seakan-akan aku nggak ada di dunia ini… Mereka selalu pergi keluar kota sesekali mereka keluar negri untuk refreshing.. Mereka pergi kerja saat aku sarapan dan pulang ketika aku sedang tertidur nyenyak dengan mimpi-mimpi yang ingin kurasakan bersama mereka berdua.. Aku nggak pernah merasakan kasih sayang dari mereka,, Apa aku ini anak pungut,,??
Aku adalah Mutiara, Mutiara yang dipajang didalam rumah dan tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orangtuaku. Aku tidak seperti mutiara, emas, berlian yang biasa mama gunakan, yang selalu diperhatikan dan sangat berharga baginya,, sedangkan Mutiara anaknya sendiri tidak pernah diperhatikan dan tidak pernah dianggap berharga.. Apa itu namanya orang tua yang baik,,?? Saat aku merasa sepi, aku selalu menulis di sebuah buku yang bersampulkan gambar berwarna biru yang biasa disebut diary, aku selalu memuntahkan isi hatiku kedalamnya..
Aku punya cita-cita untuk menjadi seorang penulis yang hebat dengan hasil karyaku, tapi selalu saja ditolak oleh papa dan mama,, kata mereka menulis itu pekerjaannya hanya menghayal, menghayal dan menghayal. Mereka berdua menginginkanku untuk menjadi seperti mereka dan meneruskan bisnis mereka. Apa hanya bisnis yang mereka pikirkan,,?? Mereka nggak pernah mau denger pendapat aku
Hingga suatu saat aku mengikuti perlombaan menulis cerpen.. Aku menulis sebuah cerita yang berjudul “ketika aku tak dianggap”. Cerita itu menggambarkan cerita yang ada dikeluargaku, aku menulis bagaimana keadaanku dirumah, bagaimana aku diperlakukan dan bagaimana aku tak dianggap didalam sebuah keluarga yang penuh dengan harta yang melimpah tapi tak ada kebahagian yang muncul dikeluarga itu.
Saat pengumuman juara tiba.. Aku mendapatkan juara 1 dan mendapatkan uang sebesar Rp. 2.000.000. Uang-uang itu aku sumbangkan ke sebuah panti asuhan yang sering aku singgahi ketika pulang sekolah, disana aku bisa merasakan kebahagian dari anak-anak yang tidak mempunyai orangtua.
Wajahku muncul diberbagai Koran, sampai akhirnya papa mendengar berita itu dan papa memarahiku di dalam kamar.
“Papa kan sudah bilang sama kamu, kamu nggak boleh jadi penulis”
“Emang kenapa kalau Tiara jadi penulis,,?? Itu cita-cita Tiara”
“Kamu mulai kurang ajar yah sama papa” sambil melayangkan tangannya untuk menamparku
“Papa mau ngapain,,?? Mau nampar Tiara,,?? Silakan pa tampar,,?? Ini tampar” sambil menyodorkan pipi kananku
“Ayo tampar supaya papa puas”
Setelah aku ngomong gitu papa mengurungkan niatnya dan pergi
“Kenapa semua ini terjadi sama aku,,??” ucapku setelah papa pergi sambil menangis
***
Keesokan harinya papa ditemui oleh client dan para pegawai kantornya dan mengucapkan selamat atas apa yang aku raih..
“Selamat ya pak, putri anda memiliki bakat yang bagus” ucap seorang client papa
“Selamat untuk apa,,??” Tanya papa
“Anak anda memiliki bakat yang luar biasa”
“Bakat apa,,??”
“Loh bapak nggak tau,,?? Masa’ bapaknya sendiri nggak tau anaknya punya bakat apa” ucap client papa yang lain
“Anak anda mempunyai bakat menulis” jawab seorang pegawai
“Owh, iya makasih” ucap papa
“Maaf saya tinggal dulu, soalnya ada acara kecil-kecilan dirumah” lanjut papa
“owh iya pak” balas client dan pegawai papa
***
Papa dan Mama pulang sambil membawakan makanan kesukaanku Sushi,, saat Mama dan Papa pulang aku sedang tidur diatas meja belajar seusai menulis diary. Papa yang melihat diary ku akhirnya membuka lembaran demi lembaran..
Lembar 1
Kenapa papa sama mama selalu ngelarang aku buat jadi penulis,,?? Padahal aku pengen banget jadi penulis..
Lembar 2
Aku pengen buat mama sama papa bangga...
Lembar 3
Lagi-lagi mama sama papa pergi tanpa pamit sama aku, aku sepi dirumah sendiri, aku mau pergi bersama kalian
Lembar 4
Aku menang lomba menulis… Horee.. semoga mama sama papa tau itu dan mereka bisa berubah..
Lembar 5
Aku salah, papa malah marahin aku saat dia tau kalau aku menang lomba menulis cerpen. Bahkan papa hampir saja melayangkan tangannya kepipiku
Lembar 6
Aku mau papa sama mama bangga dengan hasil karyaku,, aku pengen mereka tersenyum bahagia karena memiliki anak yang berbakat.. itu adalah impian yang ingin ku rasakan sekarang.. akankah itu terjadi,,??
Tak terasa mama meneteskan air matanya,, sedangkan papa langsung membisikkan sesuatu kepadaku
“Itu akan terjadi sayang”
Aku terbangun dari tidur dan melihat mama sedang menangis sedangkan papa sedang memegang diary kesayaganku..
“Semua itu akan terjadi sayang” ulang papa
“Maksud papa,,??” Tanyaku bingung
“Papa sama Mama ijinin kamu jadi penulis dan sekarang papa sadar ternyata kamu itu mempunyai bakat yang luar biasa”
“Owh iya,, makasih yah sudah buat papa bangga dan menerima kata selamat dari teman kantor papa” lanjut papa
“Sama-sama pa”
“Ok kalau gitu besok kita pergi ke jepang” usul mama
“Ok deh” jawab aku dan papa hampir bersamaan
Mulai saat itu keadaan keluargaku utuh lagi, kebahagian yang dulu tak pernah kurasakan sekarang mulai kurasakan.. kasih sayang mereka membuat hidupku berarti.. Hingga akhirnya aku menjadi penulis yang hebat dan terkenal... Terima kasih ya allah engkau telah memberikan kebahagian yang tak ternilai harganya..
“THE END”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar