Selasa, 27 Maret 2012

THE RAID ( SERBUAN MAUT )

Siapa sih yang nggak tau Film The Raid, secara tanggal 23 Maret kemarin film ini diputar serentak di 4 Negara, yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Australia dan Kanada. Film yang bergenre action ini akhirnya membuat dunia perfilman Indonesia lebih dikenal oleh dunia internasional. Film ini dibintangi oleh actor ternama IKO UWAIS sebagai pemeran utamanya. Film ini menggunakan gerakan-gerakan seni bela diri asli Indonesia yaitu Pancak Silat, dimana Pancak Silat ini dilakukan oleh Iko. Film yang dipimpin oleh GARETH EVANS dan disutradarai oleh ARIO SAGANTORO ini akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Tema yang diambil oleh Gareth adalah Darah, dimana setiap scenenya selalu ada adegan yang berkaitan dengan darah.

Berikut ini para pemeran di Film The Raid

•    Iko Uwais sebagai Rama, anggota tim SWAT dan menjadi pemeran utamanya.
•    Donny Alamsyah sebagai Andi, tangan kanan dan otak bisnis narkoba Tama.

•    Pierre Gruno sebagai Letnan Wahyu, senior kepolisian yang memerintahkan operasi penyerbuan.
•    Ray Sahetapy sebagai Tama Riyadi, gembong narkotik kejam, penguasa gedung apartemen dan antagonis utama film.
•    Yayan Ruhian sebagai Mad Dog ("anjing gila"), tangan kanan dan tukang pukul Tama yang berkeahlian silat tinggi.
•    Joe Taslim sebagai Sersan Jaka, ketua tim SWAT
•    Tegar Satrya sebagai Bowo, anggota tim SWAT yang keras kepala.
•    Eka "Piranha" Rahmadia sebagai Dagu, anggota tim SWAT
•    Verdi Solaiman sebagai Budi, anggota tim SWAT
•    Ananda George sebagai Ari.

Ini neh sinopsisnya, buat yang belum liat Filmnya kemaren

Di tengah keheningan fajar yang diguyur hujan, sebuah tim SWAT tengah bersiap menuju ke sebuah Apartemen yang dijadikan tempat persembunyian gembong narkotika yang berada di jantung Ibu Kota.
Pasukan yang beranggotakan 20 orang polisi menyergap sebuah gedung apartemen tua di daerah kumuh yang menjadi markas persembunyian Tama (Ray Sahetapy), penguasa wilayah yang merupakan pembunuh berdarah dingin. Dia tinggal bersama dua pembantunya, Andi (Donny Alamsyah) dan Mad Dog (Yayan Ruhian ).
Berdasarkan informasi dari seorang pengintai, Letnan Wahyu (Pierre Gruno), tim yang dipimpin oleh Sersan Jaka (Joe Taslim) dengan anak buahnya, Rama (Iko Uwais) dan kawan-kawan memasuki gedung tua itu secara diam-diam.
Namun, rupanya rencana penyerbuan tersebut telah diketahui Tama, setelah alat Pengintai tama memergoki Sersan Jaka dan anak buahnya. Dia pun melakukan berbagai cara mempertahankan wilayahnya dengan memblokir semua pintu keluar, hingga Rama dan kawan-kawannya terjebak di dalamnya.

Terdampar di gedung berlantai 6 tanpa jalan keluar, pasukan SWAT tersebut harus berjuang mati-matian melawan penjahat-penjahat terburuk dan terkejam yang memburu mereka secara membabi buta untuk bertahan hidup dalam misi penyerbuan. Satu per satu rekan Rama dibantai, Rama pun harus melihat kehilangan teman-temannya yang tewas di tangan para penjahat. 

Nah itu tuh sinopsisnya. Mungkin ada juga yang nggak tau yah, ternyata film ini juga bekerja sama dengan seorang penyanyi alias Rappernya LINKIN PARK, MIKE SINODA untuk mengerjakan music scoring The Raid. Bagi Shinoda menggarap music scoring The Raid adalah debutnya dalam pengerjaan music scoring film. Untuk pengerjaan proyek ini nantinya Shinoda akan bekerjasama dengan Joseph Trapanese, komposer berbakat yang menggarap film Walt Disney Pictures.

THE RAID - BEHIND THE SCENE 1


THE RAID - BEHIND THE SCENE 2



Ini Neh Aksi Iko Yang Super Keren + Menegangkang
 

 


Jangan tutup muka yah :D



Ini neh Foto-fotonya










Rabu, 21 Maret 2012

"SANG JUARA"


“Papa kan sudah bilang, kamu nggak boleh masuk di club sepak bola itu… kalau kamu cedera gimana,,?? Kalau kamu luka gimana,,?? Siapa yang tanggung jawab,,??”
“Pa,, Langit itu anak laki-laki,, jadi apa salahnya kalau Langit main bola”
“Sekali nggak tetep nggak”
”Papa juga kan dulunya Pemain Sepak Bola”
“Itu dulu Langit,, pokoknya sekarang kamu masuk ke kamar”

Masalalu itu muncul lagi ketika gw berumur 9 tahun, gw punya impian menjadi pesepak bola yang terkenal, yang bisa membawa nama Indonesia keluar negeri karna prestasi anak bangsa dilapangan hijau, tapi semua itu musnah karena Papa ngelarang gw untuk ikut dalam sebuah club sepak bola di sekolah gw..

Yah.. Gw tau kenapa Papa kayak gitu,, Papa nggak mau kehilangan anaknya untuk kedua kalinya karena sepak bola.. Dulu gw punya kakak yang pernah membela Indonesia di lapangan hijau, tanpa diduga kepalanya terbentur dengan kepala pemain lain yang alhasil membuat kepalanya terluka dan retak, 5 hari kakak gw dirawat di Rumah Sakit Harapan dan nyawanya tidak bisa ditolong lagi karena mengalami retak yang cukup parah dibagian belakang tengkoraknya. Mulai saat itu gw bertekad untuk meneruskan prestasinya di lapangan hijau tapi Papa berusaha untuk mengurungkan niat gw itu… 

“Woyy,, ngelamunin apa’an,,??” Tiba-tiba Donny kagetin gw
“Eh,, loe ngagetin aja”
“Abisnya loe melamun sih,, kesambet nyaho loe”
“Gw ke Toilet bentar yah” gw pergi meninggalkan Donny sendiri
“Yah malah pergi.. Orang aneh”

Kenalin nama gw Langit Kurniawan, gw biasa dipanggil Langit. Gw kuliah di salah satu Universitas ternama yaitu ITB (Institut Teknologi Bandung). Dikampus gw cukup terkenal karena kegantengan dan kecuekan gw dikampus dan satu lagi gw terkenal karena gw jago main sepak bola.. Tapi itu semua nggak bisa mengubah kenyataan bahwa Papa nggak bakalan ngijinin gw untuk ikut dalam club sepak bola.. Gw punya sahabat namanya Donny. Sebenarnya kita berdua itu nggak terlalu akrab tapi seiring jalannya waktu gw dan Donny jadi dekat dan bersahabat seperti sekarang.

***

Saat pulang dari kampus gw ngeliat iklan bahwa ada ajang pencarian anggota Timnas Indonesia untuk membela Indonesia di lapangan hijau. Awalnya gw mau ikut tapi gw ingat apa yang pernah Papa bilang waktu itu..

“Papa nggak mau kehilangan kamu Ngit,, kamu anak Papa satu-satunya setelah Randy kakakmu”

Gw bimbang apa yang harus gw lakuin,, hati kecil gw bilang gw harus ikut ajang itu tapi disisi lain gw nggak bisa ngelawan Papa, gw sayang banget sama Papa, karena cuman Papa yang gw miliki setelah Mama meninggal 5 tahun yang lalu.

Tiba-tiba Handphone gw bunyi tanda ada telepon yang masuk dan itu telpon dari rumah…

“Hallo??!!”
“Den Langit ini bibi,, sekarang juga aden ke Rumah Sakit “Ayah Bunda”” ucap pembantu gw
“Tiba-tiba aja penyakit jantung bapak kambuh lagi” lanjutnya lagi
“Papa??!!” batin gw
“Makasih ya bi” lanjut gw dan menutup telepon

Gw injak pedal gas sekencang-kencangnya supaya cepat sampai di Rumah Sakit “Ayah Bunda”, gw nggak mau sesuatu hal terjadi sama Papa, gw nggak mau kehilangan Papa, sudah cukup kak Randy sama Mama aja yang ninggalin gw jangan Papa.. gw belum siap ditinggal sama Papa..

20 menit kemudian
Gw berhenti tepat di sebuah bangunan yang bertuliskan Rumah Sakit “Ayah Bunda”,, dengan cepat gw parkirin mobil dan menuju ruang ICU,, sesampainya disana gw ngeliat Mang Ucok yang berada di kursi tunggu sambil menunggu dokter keluar..

“Gimana keadaan Papa mang ucok,,??” Tanya gw khawatir
“Mamang juga nggak tau den”
“Ya allah, semoga nggak terjadi apa-apa sama Papa” ucap gw dalam hati

Tak lama kemudian dokter keluar dengan wajah yang kusut..
“Gimana keadaan Papa saya dok??” Tanya gw penasaran
“Penyakit pasien kambuh lagi” ucap dokter pasrah
“Ya Allah sembuhkan Papa ya Allah” ucap gw pelan
“oh ya dok,, apa saya boleh masuk kedalam,,??” lanjut gw
“oh boleh silakan”
“terima kasih dok”
“sama-sama”

Di dalam ruangan ICU gw ngeliat sosok yang berarti dalam hidup gw,, yang sekarang sedang terbaring lemah diranjang Rumah Sakit…

“Pa,, Papa cepet sembuh yah,, Papa nggak sayang lagi sama Langit yah,,?? Papa jangan tinggalin Langit kayak gini dong pa,, Langit sayang sama Papa”

Tiba-tiba aja tangan Papa bergerak, perlahan tapi pasti Papa membuka matanya dan mengucapkan sesuatu..

“Jangan buat Papa kecewa, buatlah Papa bangga”
“Maksud Papa,,??”
“Papa ijinin kamu untuk ikut di club sepak bola yang kamu idam-idamkan dari dulu” sambil menyodorkan selembar kertas yang gw liat sepulang dari kampus tadi
“Papa ijinin Langit buat ikut timnas,,??”
Papa hanya menggangguk pelan…

***

Sudah 2 bulan gw ikut dalam pelatihan untuk menjadi pesepak bola yang gw inginkan dari dulu,, waktu 2 bulan tidak sedikit dan Alhamdulillah Papa sudah ada perkembangan yang melegakan hati gw,, Papa sudah sembuh walaupun serangan jantung itu masih sering muncul tiba-tiba.
Besok gw akan membela Indonesia di lapangan Gelora Bung Karno untuk melawan Timnas dari Malaysia… Gw harus ngebuat Papa bangga, gw nggak boleh buat Papa kecewa.. Tekad gw untuk membawa nama Indonesia semakin besar..

***

Keesokan harinya kita mulai mempersiapkan semuanya untuk terakhir kalinya,, pertandingan yang kami tunggu-tunggu akhirnya tiba… Timnas Indonesia dan Timnas Malayasia memasuki Lapangan Gelora Bung Karno dan pertandingan pun dimulai…

Menit-menit pertama gw mencetak gol pertama yang mengubah skor dari 0-0 menjadi 1-0,, selang beberapa menit skor diubah oleh Timnas Malaysia menjadi 1-1,, skor imbang hingga menit-menit terakhir pada babak pertama,, 

Prriitttt….
Suara peluit dari wasit yang menandakan babak pertama berakhir,, kami keluar lapangan dan pelatih memberikan instruksi untuk mengubah formasi dan babak kedua pun dimulai…

Menit pertama Indonesia mengungguli 2-1 dari Malaysia berkat tendangan maut dari Patrick Wanggai dan disusul oleh Titus Bonai yang memberikan skor 3-1 hingga babak kedua berakhir…

Akhirnya Indonesia menang dalam pertandingan melawan Malaysia… setelah pembagian medali dan piala gw kembali kerumah untuk memberitahu Papa,, tanpa gw duga tiba-tiba rem mobil gw anjlok dan sesuatu hal terjadi…

“AAAAHHHH” gw teriak sambil menutup muka dengan kedua tangan gw

*Brukk*

***

Gw buka mata dengan perlahan dan gw bisa ngeliat Papa yang sedang berdiri nungguin gw disamping ranjang..

“Langit??!!,, Dok.. dok.. anak saya sudah sadar”

Tak berapa lama kemudian dokter masuk keruangan ICU

“Tolong bapak keluar sebentar, biar dokter periksa dulu” perintah suster

Beberapa menit kemudian
“Dok,, apa saya boleh bertemu dengan Papa saya..??” pinta gw
“Boleh.. sebentar yah”

Dokter akhirnya keluar dan bicara dengan Papa,, tak lama kemudian Papa berjalan mendekati pintu ICU dan masuk kedalamnya..

“Pa,, Langit sudah buat Papa bangga” sambil memberikan medali yang ada disamping gw”
“Iya nak, Papa bangga sekali sama kamu”
“Ahhh” lanjut Papa sambil memegang dadanya

*Brukkk*

“Dok.. dok.. Papa saya pingsan”

Tak berapa lama kemudian dokter masuk dan memeriksa Papa,, gw takut terjadi sesuatu sama Papa,, gw udah nggak sanggup lagi.. Akhirnya gw minta sehelai kertas dan belpoin kepada suster.. Dikertas itu gw nulis surat yang isinya…

Pa,, Langit sayang Papa,, Papa jangan sedih yah kalau Langit udah nggak ada,, Langit nggak mau kehilangan Papa.. Langit tau ini keputusan yang salah tapi ini semua demi kebaikan Papa.. Langit nggak mau ngeliat Papa sakit-sakitan terus..

Langit mohon Papa nggak kecewa sama Langit,, Langit donorin jantung ini buat Papa supaya Papa tetap hidup di dunia ini,, Langit tau Papa pasti bisa hidup tanpa ada Langit, Kak Randy sama Mama.. Papa jangan sedih,, papa jangan ngerasa kehilangan,, karna Langit akan selalu ada buat Papa,, walaupun Langit sudah nggak ada di dunia lagi tapi jantung Langit tetap ada ditubuh Papa…

Selamat tinggal Papa,,, I LOVE YOU PAPA…
Don’t Cry,, You Must Always Happy And Smile For Me :D,,,

Setelah gw nulis surat itu,, gw ngomong sama dokter tentang rencana gw untuk donorin jantung gw ke Papa.. setelah dokter mempertimbangkan rencana itu akhirnya dokter menyetujui dan tak lama kemudian  EKG (Elektro Kardio Grafi) yang dipasangkan di badan gw akhirnya menunjukkan gelombang datar yang bertanda gw sudah nggak ada,, akhirnya operasi pemindahan jantung itu berjalan dengan lancar.. setelah Papa sadar dokter memberikan surat itu ke Papa, setelah membaca surat itu Papa mengalirkan setetes air mata yang semakin menjadi-jadi..

Mulai saat itu Papa bertekad untuk mewujudkan niat gw untuk membawa nama Indonesia ke Luar Negeri karna mempunyai anak bangsa yang hebat-hebat dengan cara melatih anak-anak yang ingin menjadi pesepak bola yang handal...

“THE END”

"MUTIARA YANG TERABAIKAN"

Selalu saja papa ngelarang aku jadi penulis, emang kenapa sama penulis,,?? Kenapa,,?? Mama??!! Mama nggak pernah mau menghargai apa yang aku buat.. Padahal aku cuman pengen buat mereka berdua bangga…  Mereka berdua nggak pernah ada buat aku mereka selalu memikirkan pekerjaannya masing-masing, sedangkan aku,,?? Aku seperti anak pembantu dirumah, yang selalu diasuh dan dimanjai olehnya dari kecil sampai aku berumur 14 tahun, sedangkan mereka berdua,,?? Apa iya mereka menyayangiku,,?? Apa iya mereka mengurusku,,?? Nggak,, mereka nggak pernah ada buat aku.. Aku mau mereka berdua, aku pengen bahagia dengan kedua orangtuaku.. kalian kemana,,?? Kemana,,?? Aku butuh kasih sayang dari kalian.. 

Satu dari sekian banyak isi hati yang ingin aku lontarkan dari dulu tentang mama dan papa yang selalu sibuk dengan urusannya masing-masing, aku selalu ditelantarkan dan diabaikan seakan-akan aku nggak ada di dunia ini… Mereka selalu pergi keluar kota sesekali mereka keluar negri untuk refreshing.. Mereka pergi kerja saat aku sarapan dan pulang ketika aku sedang tertidur nyenyak dengan mimpi-mimpi yang ingin kurasakan bersama mereka berdua.. Aku nggak pernah merasakan kasih sayang dari mereka,, Apa aku ini anak pungut,,??

Aku adalah Mutiara, Mutiara yang dipajang didalam rumah dan tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orangtuaku. Aku tidak seperti mutiara, emas, berlian yang biasa mama gunakan, yang selalu diperhatikan dan sangat berharga baginya,, sedangkan Mutiara anaknya sendiri tidak pernah diperhatikan dan tidak pernah dianggap berharga.. Apa itu namanya orang tua yang baik,,?? Saat aku merasa sepi, aku selalu menulis di sebuah buku yang bersampulkan gambar berwarna biru yang biasa disebut diary, aku selalu memuntahkan isi hatiku kedalamnya..

Aku punya cita-cita untuk menjadi seorang penulis yang hebat dengan hasil karyaku, tapi selalu saja ditolak oleh papa dan mama,, kata mereka menulis itu pekerjaannya hanya menghayal, menghayal dan menghayal. Mereka berdua menginginkanku untuk menjadi seperti mereka dan meneruskan bisnis mereka. Apa hanya bisnis yang mereka pikirkan,,?? Mereka nggak pernah mau denger pendapat aku

Hingga suatu saat aku mengikuti perlombaan menulis cerpen.. Aku menulis sebuah cerita yang berjudul “ketika aku tak dianggap”. Cerita itu menggambarkan cerita yang ada dikeluargaku, aku menulis bagaimana keadaanku dirumah, bagaimana aku diperlakukan dan bagaimana aku tak dianggap didalam sebuah keluarga yang penuh dengan harta yang melimpah tapi tak ada kebahagian yang muncul dikeluarga itu. 

Saat pengumuman juara tiba.. Aku mendapatkan juara 1 dan mendapatkan uang sebesar Rp. 2.000.000. Uang-uang itu aku sumbangkan ke sebuah panti asuhan yang sering aku singgahi ketika pulang sekolah, disana aku bisa merasakan kebahagian dari anak-anak yang tidak mempunyai orangtua.

Wajahku muncul diberbagai Koran, sampai akhirnya papa mendengar berita itu dan papa memarahiku di dalam kamar.

“Papa kan sudah bilang sama kamu, kamu nggak boleh jadi penulis”
“Emang kenapa kalau Tiara jadi penulis,,?? Itu cita-cita Tiara”
“Kamu mulai kurang ajar yah sama papa” sambil melayangkan tangannya untuk menamparku
“Papa mau ngapain,,?? Mau nampar Tiara,,?? Silakan pa tampar,,?? Ini tampar” sambil menyodorkan pipi kananku
“Ayo tampar supaya papa puas”
Setelah aku ngomong gitu papa mengurungkan niatnya dan pergi
“Kenapa semua ini terjadi sama aku,,??” ucapku setelah papa pergi sambil menangis

***

Keesokan harinya papa ditemui oleh client dan para pegawai kantornya dan mengucapkan selamat atas apa yang aku raih..
“Selamat ya pak, putri anda memiliki bakat yang bagus” ucap seorang client papa
“Selamat untuk apa,,??” Tanya papa
“Anak anda memiliki bakat yang luar biasa”
“Bakat apa,,??”
“Loh bapak nggak tau,,?? Masa’ bapaknya sendiri nggak tau anaknya punya bakat apa” ucap client papa yang lain
“Anak anda mempunyai bakat menulis” jawab seorang pegawai
“Owh, iya makasih” ucap papa
“Maaf saya tinggal dulu, soalnya ada acara kecil-kecilan dirumah” lanjut papa
“owh iya pak” balas client dan pegawai papa

***

Papa dan Mama pulang sambil membawakan makanan kesukaanku Sushi,, saat Mama dan Papa pulang aku sedang tidur diatas meja belajar seusai menulis diary. Papa yang melihat diary ku akhirnya membuka lembaran demi lembaran..

Lembar 1
  Kenapa papa sama mama selalu ngelarang aku buat jadi penulis,,?? Padahal aku pengen banget jadi penulis..

Lembar 2
        Aku pengen buat mama sama papa bangga...

Lembar 3
  Lagi-lagi mama sama papa pergi tanpa pamit sama aku, aku sepi dirumah sendiri, aku mau pergi bersama kalian

Lembar 4
        Aku menang lomba menulis… Horee.. semoga mama sama papa tau itu dan mereka bisa berubah..

Lembar 5
        Aku salah, papa malah marahin aku saat dia tau kalau aku menang lomba menulis cerpen. Bahkan papa hampir saja melayangkan tangannya kepipiku

Lembar 6
        Aku mau papa sama mama bangga dengan hasil karyaku,, aku pengen mereka tersenyum bahagia karena memiliki anak yang berbakat.. itu adalah impian yang ingin ku rasakan sekarang.. akankah itu terjadi,,??

Tak terasa mama meneteskan air matanya,, sedangkan papa langsung membisikkan sesuatu kepadaku
“Itu akan terjadi sayang”
Aku terbangun dari tidur dan melihat mama sedang menangis sedangkan papa sedang memegang diary kesayaganku..
“Semua itu akan terjadi sayang” ulang papa
“Maksud papa,,??” Tanyaku bingung
“Papa sama Mama ijinin kamu jadi penulis dan sekarang papa sadar ternyata kamu itu mempunyai bakat yang luar biasa”
“Owh iya,, makasih yah sudah buat papa bangga dan menerima kata selamat dari teman kantor papa” lanjut papa
“Sama-sama pa”
“Ok kalau gitu besok kita pergi ke jepang” usul mama
“Ok deh” jawab aku dan papa hampir bersamaan

Mulai saat itu keadaan keluargaku utuh lagi, kebahagian yang dulu tak pernah kurasakan sekarang mulai kurasakan.. kasih sayang mereka membuat hidupku berarti.. Hingga akhirnya aku menjadi penulis yang hebat dan terkenal... Terima kasih ya allah engkau telah memberikan kebahagian yang tak ternilai harganya..

“THE END”