“Senin pagi tanggal 12 Rabi’ul-Awwal tahun Gajah
lahirlah seorang anak laki-laki dari Abdullah dan Aminah. Anak laki-laki itu
bernama MUHAMMAD. Saat dalam kandungan nampak tanda-tanda kebesaran-Nya. Beliau
tidak lahir seperti manusia biasanya. Ia keluar dari kemaluan ibunya, akan
tetapi perut ibunya membelah dan mengeluarkan cahaya yang begitu terang. Beliau
lahir dalam keadaan bersih, sudah berkhitan, sudah terpotong tali pusarnya, wangi,
bercelak mata dengan kodrat Allah SWT.
Ketika Nabi Muhammad SAW menginjak umur ke 40.
Beliau sering menyendiri dan bertafakur di Gua Hira. Di gua inilah Nabi
Muhammad menerima wahyu pertamanya pada tanggal 17 Ramadhan 12 SH / 6 Agustus
610 Masehi. Malaikat Jibril menemui dan menyuruhnya membaca wahyu Allah.
Saat beliau mulai berdakwah secara diam-diam
selama 3 tahun lamanya. Khadijah sang istri, Abu Bakar as-Siddiq dan Ali bin
Abi Thalib memeluk agama Islam seperti Nabi Muhammad SAW. Saat beliau mulai berdakwah
secara terang-terangan banyak sahabat yang memeluk Islam. Namun saat itu juga,
kaum musyrik Quraisy berusaha untuk menghentikan dakwah Nabi Muhammad SAW.
Kaum-kaum Quraisy inilah yang selalu meludahi, mencaci dan memaki Nabi Muhammad
dan seluruh sahabat-sahabat setianya, bahkan membunuh sahabat Rasul pun pernah.
Tetapi karena keteguhan hatinya, Nabi Muhammad tetap bersikeras untuk
melanjutkan dakwahnya untuk menyebarkan islam ke penjuru Dunia. Dan beliau
selalu disegani oleh sahabat-sahabat dan pengikut-pengikutnya”
Penjelasan Pak Guru tentang Lahirnya Nabi Muhammad
yang amat panjang ini membuat diri seorang laki-laki remaja terguncang. Anton,
itulah sapa’annya. Anak remaja yang tidak pernah baik di mata para guru, di
mata para tetangga dan orang lain. Anton adalah seorang anak remaja yang selalu
melakukan hal-hal yang tidak baik, mengendarai motor dengan suara knalpot
racing yang menyakitkan telinga dan membully kaum yang dianggapnya lemah hanya
karena dia yang paling kuat.
Tapi hari ini.. Ya, hari ini.. Hari dimana menjadi
titik ledakan dalam dirinya. Dia menghadiri mentoring yang biasa dilaksanakan
setiap hari Jum’at di mushola sekolah. Dia mulai merubah dirinya menjadi Anton
yang baik, Anton yang tidak nakal dan tidak pernah ugal-ugalan lagi bila
mengendarai motor. Saat ia mendengar ceramah itu, ia mulai bertekad “Aku harus
berubah!! Dan aku harus bisa seperti Nabi Muhammad SAW!!”
Keesokan harinya, Anton mulai memasukkan bajunya
dengan rapi, memotong rambutnya yang panjang menjadi potongan pendek yang rapi,
menyapa seluruh teman-temannya beserta guru yang dilewatinya. Tidak ada yang
tidak heran melihat kelakuannya yang berubah itu, karena memang Anton yang
mereka kenal tidak seperti itu.
Di dalam kelas, dia lebih baik menyendiri sambil
membaca buku-buku tentang 25 Nabi. Dia begitu antusias membacanya sampai-sampai
dia tidak menghiraukan teman satu gengnya yang datang menghampiri dirinya.
Titik ledakan kedua, saat ia disuruh oleh salah
satu guru untuk membacakan ceramah yang telah dibuatnya di depan kelas. Di
depan sana ia tampak begitu berwibawa dengan pembawaannya yang sangat santai
tapi tegas. Cara ia berdakwah sangat persis dengan cara berdakwah Nabi Muhammad
SAW tapi sayangnya ia tidak ingin
disamakan oleh Nabi Muhammad SAW, karena dia masih berada jauh di bawah Nabi
Muhammad SAW.
Karena dia sekarang berubah, teman-teman satu
gengnya mulai menjauhi dia secara perlahan. Betapa kasarnya seorang teman, saat
Anton memberitahukan kepada teman-temannya agar berubah. Anton diludahi,
dicaci, dimaki bahkan ditendang dan dipukuli hingga babak belur sekalipun, tapi
Anton tidak pernah menyerah untuk merubah teman-temannya kearah yang lebih
baik. Karena ia yakin bahwa Allah SWT akan membuka pintu hati teman-temannya
untuk berubah ke jalan-Nya.
Berbulan-bulan lamanya ia berada dalam dunia
dakwah, ia sudah bisa merubah teman-temannya kearah yang lebih baik. Mengajari
mereka membaca Al-Qur’an, sholat lima waktu, puasa, zakat dan sebagainya. Dan
mulai saat itu pula ia mulai disegani dan menjadi panutan bagi semua
murid-murid yang berada di sekolahnya.
Dan ia pun berkata “Aku tidak lain adalah
pengikutmu Nabi Muhammad SAW. Berkat Engkaulah aku berubah dan berkat Engkau
pula aku memiliki tujuan hidup. Karena memang hidupku hanya untuk beribadah
kepada Allah SWT, seperti yang kau ajarkan kepada pengikut-pengikutmu. Aku
begini karena-Mu Ya Allah, bila saja Engkau tidak membuka pintu hatiku mungkin
aku tidak akan seperti ini, mungkin aku masih sama seperti Anton yang dulu. Aku
berjanji, aku akan melanjutkan dakwahmu dan akan membela Islam hingga titik
darah penghabisan!! AKU BERJANJI!!! Karena aku mengikuti jejakmu
Muhammadku”
TAMAT